badge BELAJAR MENCINTAI SEPI | Ukhwah Asyifusyinen
Home » , » BELAJAR MENCINTAI SEPI

BELAJAR MENCINTAI SEPI

Advertisement

Sebenarnya ini bukan tentang kesepian, bukan itu.
Kerena aku tahu bahwa pada akhirnya kesepian adalah sebuah keharusan,
Saat mereka hilang atau menghilang, di tinggalkan atau meninggalkan, di ruang yang sama atau dimensi yang berbeda, dan kali ini sepi milikku, aku sangat tau itu.
Tapi kau tau, apa yang membuatku tersendak begitu hebat,
Kenyataan yang terlalu cepat menemuiku bahwa sepi menjadi pelipur laraku saat kepergianmu. Sekejap, namun mampu membuatku nelangsa setengah mati.
Kau tau, rasanya sebentar sekali engkau disini, meneteskan kebahagiaan untukku, rasanya selaksa Rinai hujan yang begitu cepat berganti kemarau gersang, gerah akan kerinduan.
Dan pada air mata yang menetes, pada hati yang tergores, kuselipkan perpisahan panjang untukmu, pada kebahagiaan yang pernah kau ukir, pada pahit yang pernah kita cicip, pada sekelibat kenangat suka duka saat engkau masih disini, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu cepat engkau beranjak, hingga mereka berfikir engkau teramatat jahat meninggalkanku, tanpa mereka sadari akulah yang mengajarimu hal itu, mereka berfikir engkau tak setia, tanpa mereka paham akulah yang mengajarimu mendua, justru engkaulah yang mengajarikan mencinta padahal aku dulunya adalah penggila, hingga saat ini aku masih menjadi pencinta, mencintai yang engkau tinggalkan pada kesepian sejati, apalagi selainnya ?

Dan pada sepi yang engkau tinggalkan, aku mulai paham bagaimana hakikat cinta, pada sendiri atau berdua sejatinya memang sama saja, sebab cinta untuk bahagia dan tiada seorangpun yang mampu menciptakan bahagia kecuali diri kita, sendiri atau berdua sejatinya sama saja.
Selamat tinggal, engkau yang dulunya bukan untukku kini kembali bukan untukku, engkau yang dulunya bukan kecintaanku kini kembali bukan kecintaanku, hanya saja engkau yang dulunya bukan alasan kerinduanku namun kadang kala kerinduanku memilih alasan untukmu, Selamat tinggal Meulati, bunga mataku, qalbu jiwaku, aroma rinduku yang dulu, Selamat tinggal engkau yang pernah kutunggalkan hingga tiba saat kecintaanku adalah sepi yang melenakan, selamat tinggal.

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close