badge SAKITNYA SAKHRATUL MAUT | Ukhwah Asyifusyinen
Home » , » SAKITNYA SAKHRATUL MAUT

SAKITNYA SAKHRATUL MAUT

Advertisement

            Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati, begitulah janji Allah dalam firmanNYA. Namun kematian ataupun dicabut nyawa bukanlah perkara yang mudah untuk kita hadapi, apalagi kematian itu tiada bersyarat, tiada syarat tua untuk mati, tiada syarat sakit untuk mati, bahkan yang muda dan sehat sekalipun jika ajalnya telah sampai maka ia pasti akan mersakan mati, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

يَسْتَقْدِمُونَ وَلا سَاعَةً يَسْتَأْخِرُونَ لا أَجَلُهُمْ جَاءَ فَإِذَا أَجَلٌ أُمَّةٍ وَلِكُلِّ

Artinya:

Dan bagi tiap-tiap ummat itu mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya (ajalnya) mereka tidak bias mengundurkannya walaupun sesaat, tidak pula memajukannya.

            Dari firman di atas jelaslah di jelaskan bahwa setiap makhluk mempunyai batas waktunya, dan apabila waktunya telah tiba maka mereka pasti akan menjumpainya, pasti akan di cabutkan nyawanya, tak bersyarat mereka harus tua, tak peduli mereka masih muda, tak bersyarat mereka harus sakit, tak peduli mereka masih sehat, apabila telah datang tempo waktunya, telah datang ajalnya maka seketika itupun mereka akan di cabutkan nyawanya.

            Namun sakitnya di cabut nyawa bukanlah hal yang sepele, sakitnya sakhratul maut tidak dapat kita gambarkan dalam kata-kata. Dalam satu kitab di jelaskan tentang sakitnya sakhratul maut ; jikalau di bunuhkan manusia dengan sesadis-sadisnya pembunuhan, badannya di potong-potong (mutilasi) dengan gunting, badannya di cincang-cincang dengan pedang, ataupu badannya di gergaji kecil-kecil, sehingga matilah mereka, dan tatkala mereka di hidupkan kembali, dan di tanyakan kepada mereka bagaimanakah sakitnya mati ? “maka mereka akan bercerita sakitnya sakhratul maut, perihnya ketika ajal sampai ke kerongkongan dan ingin keluar, dan bahkan mereka melupakan kematian tubuh mereka yang di cincang-cincang, di gergaji, ataupun di cincang-cincang”.

            Begitulah perumpamaan sakitnya sakratul maut, maka dari itu persiaplah bekal kita untuk menghadapinya, karena siap ataupun tidak sakhratul maut pasti akan menjumpai kita semua.
Perbanyaklah berdoa, sama layaknya memperbanyak usaha, karena kita tidak tau doa mana yang akan di kabulkan, sama dengan kita tidak tau usaha mana yang akan membuahkan kesuksesan.

“Allahumma Hawwinni fi skhratil mauti”
“Ya Allah permudahkan bagi kami pada sakhratul maut kami”

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
Wassalam

            

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close