badge Ukhwah Asyifusyinen | Ruang Inspirasiku..

Pelangi Untuk Zahra

Zahra Tercinta,
Bersama rindu ini ku kirimkan sebaris pelangi untukmu dengan angin, debur ombak, rinai hujan,
Sama seperti pelangi – pelangi yang hadir usai tanah telah membasah, lereng gunung telah kelam, dan di sana seakan pelangi temaram,
Sebuah keindahan cakrawala yang mengingatkan keindahan pada kemungkinan hal terindah yang ingin kulakukan bersamamu, kemungkinan yang entah sampai kapan akan menjadi kenyataan,
Ku kirimkan sebaris pelangi ini untukmu Zahra, bukan kata – kata, kata – kata sudah tidak ada gunanya, lagipula siapa yang sudi mendengarnya, sebab dunia kita sudah kelebihan kata – kata, setiap orang asik saja berkata – kata tanpa mendengarkan apa yang orang lain katakan, bahkan kadang mereka saja tidak tahu apa yang mereka katakan dengan lidah – lidah mereka, karena setiap kata dapat di ubah artinya dan setiap arti dapat di ubah maknanya. kata - kata tak lagi berguna.


Zahra, pelangi ini kukirim untukmu pengganti rindu, akan kuceritakan bagaimana kutemukan pelangi ini untukmu;

“Sore itu aku asik duduk sendiri di padang ilalang, kuperhatikan ruang dan waktu yang bersekutu, dengan rintik hujan yang semakin basah, hembusan angin yang kian lembab, serta rerumputan yang masih saja bergoyang – goyang, Sore itu kian berbeda, cahaya keemasan senja tidak-pun menunjukkan hidungnya, namun dalam kelenaan memandang pergunungan, kutemukan baris-baris warna yang begitu indah, pelangi begitu kenalnya. Keindahan itu seakan menghipnotisku, melupakanku pada keemasan senja yang kutunggu, tiba – tiba aku mengingatmu Zahra, barang kali pelangi ini pantas untukmu, pikirku ! lantas kupotong sebaris pelangi itu, lalu kesimpan di dalam saku, dengan begitu keindahan itu akan abadi dan aku bisa memberinya untukmu.

Lalu dengan perasaan girang aku berjalan pulang, berharap agar dapat cepat-cepat membungkusnya agar dapat dengan cepat ku kirimkan untukmu, aku terus membayangkan bagaimana senyumanmu saat menerima sebaris pelangiku, aku tahu kamu akan sangat senang menerimanya, bukankah itu yang selalu kamu impikan pada keindahan kita, kita, kita ?

Entah kata kita akan menjadi kenyataan saat sebaris pelangi ini sampai padamu Zahra, tentunya lengkap dengan rinai hujan, siul angin, rerumputan yang masih bergoyang-goyang, dengan hijau kemilau padang ilalang, sebuah persekutuan ruang dan waktu yang tidak ada mata mampu menafikannya, yaaa begitu jua indahmu Zahra.

Dan jika esok lusa sebaris Pelangi ini sampai padamu, jangan di buka dulu, bawalah masuk ke dalam kamar, tutuplah pintu, jendela, dan bahkan lubang kecil yang mampu menembuskan cahaya keluar, sebab aku takut jika orang-orang tahu bahwa sebaris pelangi telah kucuri, kupotong, lalu kukirimkan untukmu, berharapn kemungkinan kata kita menyatu, sebab tak ada lagi selainmu Zahra.

Pelangi Ini Untukmu. Bukti Kecintaanku !
TMA

"Rp.100,000" LATAH ? BIREUEN, KOTA JUANG BUKAN UANG


Rasanya lucu sekali manusia, hanya karena keinginannya tidak tersampaikan, lantas menghardik keinginan orang lain yang telah memuncak.
tanpa memikirkan apa yang terjadi jika keadaan sebaliknya. tapi pastinya setiap celah itu ada, siapapun yang "Terbang" yang namanya lawan pasti akan menenggelamkan.
yaaaa, begitulah manusia, makhluk terunik dengan kesempurnaan penciptaan, akal, nafsu, seutuhnya, mereka semua menginginkan Surga, tapi tak mau mati, meskipun mereka tau bahwa syarat masuk Syurga adalah mati, yaaa begitulah.
***
Dan sekarang mereka (baca; sebagian) dengan latahnya menyebut Bireuen dengan Kota Uang hanya karena kekecewaan dan Hero-nya Tumbang, tanpa memikirkan apa efeknya secara berkelanjutan, kepada generasi-generasi seterusnya yang remang-remang awam.
Tak bisa disalahkan lagi jika esok lusa anak-anak itu beranggapan bahwa kakek - neneknya besar dengan “Menuhankan” uang, hanya karena kita latah, menyandingkan kata kota dengan Uang yang dulunya dikenal dengan Juang.

Jika kita tidak mau mengenal Sejarah, ada baiknya janganlah latah merusak sejarah, sebab KOTA JUANG tidak dilakapkan hanya karena SEHARI, KOTA JUANG lahir dengan proses yang panjang, Menjadi Ibu Kota Indonesia, meski hanya seminggu, setelah Yogyakarta jatuh ke tangan penjajah dalam agresi Belanda. Tak luput juga pengorbanan rakyat Aceh khususnya Bireuen dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, Batalion TII di Juli yang tak mampu di gerogoti kompeni, Tugu Bate Kureng, Di sinilah Tempat Gerilyawan Tak Terkalahkan. Dan Masihkah kita kenal dengan sosok purnawirawan Letnan Yusuf Ahmad, atau lebih dikenal dengan sebutan Letnan Yusuf  Tank, yang berdomisili di Desa Juli Keude Dua, Kecamatan Juli ? mungkin Lupa, atau menolak lupa untuk mengingat ?
Jadi janganlah membuat gebrakan latah yang menyesatkan para re-generasi.


Namun Meskipun demikian, Money Politics/ Politik Uang tetaplah hal yang salah, kemenangan yang tidak pernah layak, tidak ada kebaikan disana, sebab yang ada hanya pengembalian jumlah modal yang telah dikeluarkan, karena begitulah dasarnya, Modal dikeluarkan untuk mendapatkan keuntungan, siapapun dia, kaya, miskin, muda, tua, dan apapun propesinya.

Dalam UU KUHP, yaitu pasal 149 ayat (1) dan (2) untuk menjerat pelaku politik uang.
Ayat 1 berbunyi "Barang siapa pada waktu diadakan pemilihan berdasarkan aturan-aturan umum, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap seseorang supaya tidak memakai hak pilihnya atau supaya memakai hak itu menurut cara tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda empat ribu lima ratus rupiah.”
Sedangkan ayat 2 ”Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih, yang dengan menerima pemberian atau janji, mau disuap”. (2015/12/06/352590/uu-kuhp-bisa-menjerat-pelaku-politik-uang)

Kemudian dari KUHP tsb, delik dirumuskan dan dikodifikasi ulang dalam undang undang khusus pemilu (UU Pemilu) 1999, dan diperbaharui lagi dalam UU Pemilu 2008 yang diterbitkan oleh Presiden SBY dalam lembar Negara Republik Indonesia Nomor 10. Berikut bunyi lengkapnya;

“barang siapa pada waktu diselenggarakannya pemilihan umum menurut undang-undang ini dengan pemberian atau janji menyuap seseorang, baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu, dipidana dengan pidana hukuman penjara paling lama tiga tahun. Pidana itu dikenakan juga kepada pemilih yang menerima suap berupa pemberian atau janji berbuat sesuatu.” — Pasal 73 ayat 3 UU Pemilu No.3/1999.

““pelaksana peserta atau petugas kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta pemilu” – Pasal 84, Ayat 1 Huruf J, UU Pemilu No.10 Tahun 2008.

Delik money politik juga diatur dalam undang undang Pilkada Tahun 2004 dengan bunyi;
“setiap orang yang dengan sengaja memberi atau menjanjikan uang atau materi lainnya kepada seseorang supaya tidak menggunakan hak pilihnya, atau memilih pasangan calon tertentu, atau menggunakan hak pilihnya dengan cara tertentu sehingga surat suaranya tidak sah, diancam dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) bulan dan /atau denda paling sedikit Rp satu juta rupiah (1.000.000) “ – UU Pilkada No.32 Pasal 117 Tahun 2004. (2013/05/24/haram-hukum-money-politik-karena-melanggar-uu-negara/)

Jika Meninjau berdasarkan UU KUHP Pasal 149 Ayat 1 dan 2, rasa-rasanya semua kandidat melakukannya tanpa terkecuali, tentang Kampanye dengan menyuguhkan, uang, janji, materi; sarung, peci, jelbab, kalender, dll.
So, apa yang masih kita ributkan ? jangan melampiaskan semua kesalahan ini pada Kota Juang dengan Kelatahan menyebutnya kota Uang, Karena kota juang lahir tidak pernah dengan cara yang latah seperti itu, jargon kota uang atau 100 ribu sebaiknya di tiadakan, karena itu salah cara, melampiaskan semua pada penyebutan kota. Dan jika nanti lakap kota uang/ 100 ribu melekat erat pada diri Bireuen, apa kalian tidak merasa malu ??? Lahir dan Besar di kota ini ?  Sedangkan Para tetangga, Lhoksemawe dikenal dengan Petro Dolarnya, Pijai dan Pidie dengan Kerupuk Meulingnya, dan Bireuen dengan Uangnya ????
Jika memang jiwa muda itu ada, cobalah menyelesaikan persoalan ini dengan “Hukum”, dengan saksi dan bukti yang lengkap, karena kalau hanya membuat jargon kota uang pada juang tidak ada efek positif apapun, yang ada hanya melupakan sejaran pada “Juang”.
Beu Groen jet keu aneuk Muda ! :D
Nyoe keh rawi aneuk manyak yang lahe dan raya di kota juang, yang merasa malee ngen piasan nyan.
Menyoe Na Salah tuloeng Neupe betoey.

Menyoe cangklak tuloeng neu teugoer. TMA

Sajak Sindiran Untuk Ahok Oleh Fadli Zon (SAJAK SANG PENISTA)

SAJAK SANG PENISTA


di tengah damai Jakarta

kau pamerkan keangkuhan sempurna

sumpah serapah intimidasi

mengalir sederas air banjir

lalu kau cibir orang-orang pinggir

menggusur tanpa basa basi

menindas dengan tangan besi

dan kau seenaknya korupsi

dari rumah sakit hingga reklamasi

memenuhi nafsu ambisi

di tengah damai Jakarta

kau nista ayat-ayat Tuhan
Al Qur'an dituduh alat kebohongan

kaulah yang merobek kebhinekaan

juara pengkhianat Pancasila

pemecah belah kerukunan beragama

biang segala adu domba

di tengah damai Jakarta

kau fitnah lagi kyai dan ulama

serbuan berita palsu hasutan gila

ancaman teror fisik hingga penjara

kau bagai diktator pemilik dunia

menyebar resah ke segala arah

menggalang lautan amarah

kami tahu kau hanya pion berlagak jagoan

di belakangmu pasukan hantu gentayangan

tangan-tangan kotor penguasa komplotan

konspirasi barisan kejahatan
hukum mudah kau beli murah

keadilan punah habis dijarah

demokrasi dikebiri sudah

peluru muntah berhamburan

provokasi pesta kerusuhan

tapi ingatlah sang penista

takdir pasti kan tiba

rakyat bersatu tak bisa dikalahkan

doa ulama kobarkan keberanian

umat yang terhina berjihad kebenaran

orang-orang miskin membangun perlawanan

dan tirani pasti tumbang

di tengah damai Jakarta

kaulah penabur benih bencana


Fadli Zon,
Jakarta, 2 Februari 2017


Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon kembali membuat sajak berjudul 'Sang Penista'. Sajak tersebut dibuat pada Kamis 2 Februari 2017.

Motivasi Dalam Secangkir Kopi

Motivasi Dalam Secangkir Kopi

"Ijinkan ku seduh kerapuhanmu dalam cangkir sepiku, akan ku sajikan hangat senyum untuk mengaduk murung di wajah manismu"

"Tanpa ragu kusesap kopi pagi ini, karena hitamnya serupa matamu yang telah menenggelamkan aku ribuan kali ke dasar hatimu. "

"Jadi, yg namanya pahit pada rasa kopi itu memang tak sepahit harapan yg pernah dijanjikan namun tiada prnah diwujudkan. Kopi tak sepahit itu"

"Pagi yg nikmat dengan hangatnya mentari; lagi" rasa rindu & senyummu jdi satu dlm secangkir kopi; manis ada pahit-pahitnya sedikit"

"Semua yang kaurasa bahagia sudah terlewati. Biarkan terkenang tanpa air mata berlinang. Langkahkan kaki, sambutlah pagi dngn segelas kopi"

"Untuk malam yang makin larut untuk kopi yang makin surut aku bersyukur dia tersenyum setiap harinya dan bahagia dengan pilihannya kini"

"Kopi di cangkirku biasa biasa saja, berwarna hitam se hitam hitamnya, tersesap pahit se pahit pahitnya, berrasa nikmat se nikmat nikmatnya"

"Dengan secangkir kopi ku kecup hangatmu, menghapus pahitmu dengan hitamku, dengan tawa kau aduk rasaku, dengan tak sengaja aku menyukaimu"

"Kau tinggalkan secangkir kopi yang masih panas saat rinduku semakin membara. Lihatlah.... Kepulan asapnya pun seolah mengikutimu pula"

"Sebelum detik mulai terasa pahit, pernah kupinjam namamu untuk menamai kopi racikanku"

"Dan kembali siang jadi kenangan Mendung mulai berawan. Perjalananpun kembali dilanjutkan Bersama kopi dibotol air mineral"




"Baiklah,.. Pagi ini satu cangkir kopi rasa vanila Biar pahitnya kenangan, Tidak kembali membuka luka, Dan tertinggal disitu selamanya"

"Dihangatnya kebersamaan,ada Pahitnya kecemburuan Mengaduk rindu dengan lembut Penuh kasih sayang Itulah cinta disegelas racikan kopi"

"Kuhirup kopi hangat yang telah Mengajariku berpikir sehat Jika kau benar benar cinta dan sayang Kau tak akan lupa dimana harus pulang"

"Langit malam yang gelap, seperti rasa khawatir. Melarutkannya bersama lelap, untuk terbangun pada keadaan terang dan kabar darimu hadir"

"Pagi ini kubuat dari kopi panas dan rasa cemas. Untuk bisa kunikmati perlahan, dan menjaga bahagia untuk tidak hilang bergegas."

"Bulan purnama, bintang di setiap sudut langit, secangkir kopi, kejanggalan hati, merindukan sesuatu yang super sulit untuk di atasi. yaitu kamu"

"Cintalah penyebab retakan-retakan waktu, saat hati patah; malam jadi sajak sepi, siang jadi sajak gundah, dan pagi menjadi resah dalam kopi"

"Jika mengharum aromanya saja bisa mengalihkan masa laluku, tentu dg menikmati setiap sesapan dibibir cangir kopi mampu membangkitkan masa depanku"

"Kubiarkan aroma kopi tersapu angin, menjadi dingin lalu mengendap segala ingin. Hingga nanti berganti musim."

"Aku mencari cari bayangmu di secangkir kopi pagiku....... kamu....apakah kamu mengerti dan peka..bahwa aku menantimu"

"Kopi pagi ini terasa hambar, seperti rindu ku yang tak pernah pudar. Namun sayang kamu tak pernah sadar, bahwa aku ingin bertemu sebentar"

"Adakalanya pagi terasa sepi, kopi pun tak sanggup menghangatkan, dingin begitu menusuk, pada sebuah kepergian."



"satu cangkir patah telinganya, satu lagi retak bibirnya. kopi panas memang bisa saja melukai dan jadikan kenangan."

"Menatap langit-langit. Menikmati secangkir kopi pagi di sela-sela awan kelabu, dan kubiarkan diri, kembali dipasung mimpi tentangmu."

"di tepi cangkir, rindu bejatuhan menjelma butir ampas kopi. tak sempat kuminum, tapi aromanya sungguh sangat bisa kucium"

"di kopi kesekian, rindu datang berulang. kenangan nampak di pandangan. seakan nyata, meski sebenarnya fana yang ingin dinyatakan"

"Jika pahitnya kopi saja engkau tak kuasa menahannya, lantas bagaimana aku bisa yakin bahwa kau akan menetralkan masalaluku yang cukup pahit?"

"Kopi dan kamu, bagai pagi dan mentari, rindu yang makin menjadi dalam setiap tegukan, datang dengan pasti setiap hari."

"Sehangat kopi pagi, biar kuramu rindu. Rindu tentang aku yang berjuang sendiri, untuk menjadikanmu bagian dari sajak embunku."

"Kamu adalah impian yg pernah aku bayangkan, meski hanya dengan seduhan kopi hitam yang pernah gagal kau sajikan. Yang ada tinggallah cerita"

"Begitu sederhana rindu kali ini; diterbangkan harum kopi, melekat indah di lembut pipimu, lalu mewarnai detik waktu."



"Pada sajak Aku bercerita tentang indahnya Cinta, tapi pada ampas kopi ku mengadu tentang perihnya rasa rindujika secangkir kopi ini jadi yang terakhir malam ini, biar senyummu kuaduk di dalamnya. maka kan kunikmati sampai kopi berikutnya, esok pagi"

"Selamat pagi hati yg masih sepi,enggankah kau buka kembali? setidaknya ada sepotong sajak tentang seseorang & kopi dipagi hari yg meramaikan"

"Dibuat rindu meradang, pagi tenggelamkan satu persatu kenangan kedasar kopiku, kusesap perlahan penuh harapan"

"ku nikmati kopi ber aroma masalalu di temani kripik singkong memandangi matahari pagi yg semakin angkuh kala siang hari"

"Dihangatnya kerinduan,ada pahitnya kecemburuan,lalu ku mengaduknya Semua penuh kasih sayang,itulah Cinta Dalam racikan secangkir kopi"

"Ada banyak caraku untuk menanti kedatanganmu tanpa rasa bosan, Duduk manis sembari kunikmati kopiku dengan perlahan"

"Di pagi yg paling peluh, ada rindu tanpa mengeluh, secangkir kopipun telah terseduh, menikmati pagi minggu tanpa kamu"

"Tak usah berjanji akan selamanya Bisa bersama disini,cukup temani aku Minum kopi tiap malam dan tetap bertahan Sesusah apapun nanti"

"Kuseduh kopi bersama sejuk embun dipelukan, berharap bersulang kenikmatan dan mengendapkan ampas rindu dalam ingatan"

"malam ini masih berteman kopi, berhkayal, bernostalgia dan berlagak seolah tangguh walau nyata hati rapuh"

"Seindah pagi dalam hangat gelas kopi, memulai hari dengan pahit yg memikat hati, selamat pagi pecandu kopi."

"Dari secangkir kopi dingin, dari sepi yang masih penuh cinta.. Aku dan rindu saling diam menghayati kesunyian."

"Selamat pagi rindu, pagi ini hangatnya kopi terasa pait di lidahku, apa aku lupa mencampur gula ataukah cemburu yg menipulasi rasa."

"Aku tidak membencimu. Aku juga tidak mencintaimu. Duduklah dekat sini dan nikmati kopi bersamaku"

"Sehangat kopi pagi, biar kuramu rindu. Rindu tentang aku yang berjuang sendiri, untuk menjadikan mu bagian dari sajak embunku"

"Kadang lidahku seperti kopi hitam yang hangat, tapi rayuan hangat yang terkopi eh terucap, sering terabaikan hingga harus menjadi dingin"

"Sudah, sudahi saja rayuan manismu itu, kopiku sudah cukup manis untuk ku nikmati meski tanpa canda rayumu"

"Saat kamu minum kopi, potensi rasa pahit dan manis akan mengenang di sudut bibirmu sebelum menyentuh lidah hingga pada jeda berikutnya"

"Belajarlah hal terhebat dari kopi yg menghapus tangis tanpa pelukan, mencipta tawa tanpa gurauan & menjawab resah tanpa kata."

"Mencintaimu: tak lebih indah dari menikmati secangkir kopi. Dari hari ke hari, yang kuteguk hanya pahit dan sepi."

"Mari kita mulai bercerita, dimulai dari bagaimana caramu menyeduh kopi sampai bagaimna cara mu menikmatinya hingga tuntas menyisakan ampas"


"Bila memandangmu saja mampu membuatku merasa baik. Apalagi bisa menikmati kopi sembari menatapmu dalam - dalam"




Kata - Kata Bijak Dalam Secangkir Kopi

Kata-Kata Motivasi Dalam Secangkir Kopi

“Mengaduk kopi, mengadu sepi. Berkisah lagi tentang patah hati, semoga pelukanmu kelak akan melengkapi”

“Malam makin menampakan gelapnya. Bintang selalu menemani nya. Imajinasi liarku makin menjadi, karena secangkir kopi telah tersaji.”

“Kelak kita akan menikmati secangkir kopi, di kedai yang sama, di meja yang sama. namun dengan rasa dan aroma yang berbeda.”

“Hanya secangkir kopi yang menyajikan rasa manis, bukan janji janji dari bibir yang terlihat manis”

“Menyeduh kopi dengan air mata yang cukup panas, menghasilkan kepulan masa lalu dari manisnya kenangan, pahitnya ditinggalkan”

“Kopiku tak pernah butuh gula. Ia hanya butuh manisnya janji masa lalumu. Sekarang? Hanya ampas yang tersisa. Pahit dan sakit.”

‪‎”Cuma Segelas Kopi yg bercerita kepadaku bahwa yg hitam tak slalu kotor dan yg pahit tak slalu menyedihkan”

‪”Cuma Segelas Kopi yang dari cara penakarannya secara tidak langsung merefleksikan kehidupan si peminumnya.”

“Jadilah seperti kopi pagi ini. Walau sendiri, namun memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.”

“Denganmu, patah hati adalah sarapan ku setiap pagi sambil ditemani kopi yg kuseduh dngan air mata ku sendiri”

“Sesungguh nya kopi itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”




“Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping”

“Habisnya kopi meninggalkan ampas, walau pahit itu lebih baik darimu yang pergi tanpa
meninggalkan apapun.”

“Aku ingin menjadi biji kopi, yang hancur lalu di seduh air mata untuk kau nikmati bersama pasanganmu”

“Pada sendok yang beradu di dinding gelas, tersaji kopi untuk hadirmu yang kian menjauh.. ‪#‎LanjutNgopi”

“Ngopi dulu gaes biar bisa membedakan mana idgham bighunnah dan mana idgham bilaghunnah”

“Ngopi itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”

“Ketahuilah orang yang tidak suka dengan kopi perlu di pertanyakan kewarga negaraannya atau bisa juga kemanusiaan nya”

“Sesungguhnya dosa dari meninggalkan kopi di pagi hari itu setara dengan menghardik anak yatim”

“Percaya atau tidak itu terserah anda!! Bagi kami secangkir kopi dapat membuat hidup lebih menyenangkan”



“Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. karna dihadapan kopi kita semua sama.”

“bahkan secangkir kopi bisa tak terbeli saat hangatnya menyuguhkan persahabatan dan persaudaraan”

“Jika kalian pernah kehabisan stok kopi di rumah. Berarti kita satu geng”

“Di secangkir kopi ku malam ini,ada namamu,dan kemudian aku tersenyum,bukan cuma di kopi,dihatiku pun kamu selalu ada”

"Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat"

“Lengkap sudah terasa ketika langit mendung menyapa.”

“Sebatang rokok bersama secangkir kopi sungguh kunikmati sebagai pengusir jiwa yang lelah”

“Merindukan seseorang yang tak pernah merindukanmu.. Itu sama seperti kamu sedang bertamu dan mengharapkan secangkir kopi namun tak kunjung datang”

“Tentang hubungan mungkin aku sllu gagal. Ntah sampai kapan aku tak tahu. Yang jelas aku menikmati secangkir kopi setiap hari itu sudah membuatku tenang.”

“Kopi pagi ini mengajarkanku bahwa pertemanan selalu indah dan manis walaupun itu hanya sesaat”

“Ngopi mencegah anda dari perbuatan iri dan dengki”



“Kopi kental malam ini membuat segalanya terasa indah seperti saat anda merindukan seseorang dan dia membalasnya. *secangkirkopi”

“Rasa terlintas ketika halusinasi tak pernah lepas. Nikmat yang tiada terbatas saat bibir menyentuh segelas kopi yang manis”

“Dalam dunia perbujangan..orang yang menikung pacar teman disebut sampah.. Tapi orang yang meninggalkan kopi derajatnya lebih rendah dari pada sampah”

“terdengar lirih bisikanmu di antara bayangmu seperti segelas kopi hangat yang sedang ku aduk pagi ini”

“Kopi yang kubuat malam ini. Sepahit kesalahan masa lalu dan Semanis kenangan yang dibawanya.”

“Kopi siang ini. Sepahit cinta yang terlalu kerdil untuk dianggap. *kopihitam”

“Jalanilah hidupmu sepertihalnya menghabiskan secangkir kopi nikmati pelan-pelan sampai kau merasakan kenikmatan dalam menghabiskanya”

“Kita tidak akan mungkin lupa rasa pahit secangkir kopi, seperti halnya cinta yg tak pernah lupa bagaimana rasanya dilukai. *kopisore”

“Perempuan ? Mungkin lebih enak jika kita menikmati kopi hangat malam ini”

“Barangkali tuhan menciptakan kopi, agar kita semua bisa berkawan”

“inilah pagi.. dimana langit tertutup awan putih pekat seperti kopi yang di aduk kemudian mendingin dengan sendirinya”

“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya sama seperti kopi banyak yang menyukainya walau pahit”

“Katanya nanti di neraka ada satu ruangan sendiri, khusus untuk mereka tidak mau NGOPI & yang tiap ditanya KENAPA jawabnya "GAK PAPA".”

“Sementara menunggu kopi tersaji, rinduku resah sendiri, mengaisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela bebatu.”

“Sungguh letih orang yang hidupnya diperbudak keinginan , alangkah bahagianya orang yang Selalu bersyukur dalam segala keadaan #LanjutNgopi”

“Secangkir kopi di pagi hari, memberi sentuhan tepat di bibir, sama hal nya saat bertemu KAMU yg datang memberi sentuhan tepat di hati..”

“Hariku biasa, segelas kopi dan senyummu yang membuatnya istimewa..”

“Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri. Seperti kamu yang slalu ada di hati, slalu mengisi hari-hari.”

“yang tertulis di cangkir kopimu. yang menghangatkan kenangan, kesedihan, kegembiraan, juga segala yang membuatmu jatuh cinta pada kehidupan”

“Lupakan aku, katamu. Bagaimana bisa? Sedang pahit kopimu yang kautinggalkan di kelu bibirku: merasuk ke dasar jiwaku.”

“ini hitam. ini pekat. ini pahit tak berwarna. dia tak munafik tentang gelap dan pahit, karena dari gelap pahit itu ada nyaman tercipta.”

“Ketika malam tampak suntuk,ketika rintik hujan mulai turun. sungguh kini hanya kopi yg menemani syahdu panjang dari malam yg mengadu”

“Rimbun petang menghadap malam masih seperti hari kemarin. Dimana segelas kopi mengiringiku menatap awan sore dan berpulangnya sang surya”


“Biji kopi yg sama bisa jadi citarasa kopi lain di tangan yg beda. sama seperti kasih sayang jika ditangan yg beda maka beda pula kisahnya.”


Ikuti Kami

notifikasi
close